Tak ada Anies marah-marah, menendang-nendang tembok atau mengancam ancam, apalagi terhadap masayarakat kecil. Anies begitu menghormati masyarakatnya, apalagi mereka yang tertindas dan termarjinalkan. Anies tak segan untuk pasang badan.
Masih ingat ketika Anies menutup reklamasi di Jakarta, Anies diancam ancam oleh Luhut, tapi Anies bergeming dengan mengatakan bahwa selama saya berpegang pada konstitusi maka saya tak akan berhenti untuk melayani rakyat.
Hal yang sama juga terjadi ketika Anies menaikkan upah minimum di Jakarta melebihi peraturan yang ditetapkan pemerintah pusat, Anies ditentang oleh pengusaha, Anies hadapi dan Anies jelaskan, sehingga mereka pun bisa menerima dan memahami.
Bahkan masih banyak lagi sikap dan integritas Anies sebagai pemimpin yang berpihak kepada rakyat yang menjadi bukti bahwa Anie adalah harapan masa depan Indonesia.
Apa yang dilakukan Anies dalam menghadapi lawan-lawan politiknya mengingatkan kita pada perjuangan Mahatma Gandhi ketika melawan penjajahan Inggris di India tahun 1947. Perjuangan tanpa melawan dengan melakukan kekerasan.
Anies tak pernah mempidanakan para pembencinya yang memfitnah dan menyebarkan berita hoaks tentang dirinya, bahkan seringkali Anies meladeni dengan cara cara jenaka dan berintegritas.











