Porostimur.com, Ternate – Seorang perempuan berinisial P (36) kini dalam kondisi kritis setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh suaminya yang merupakan oknum anggota Brimob Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara berinisial R (37).
Korban saat ini menjalani perawatan intensif usai menjalani operasi di RSUD Chasan Boesoirie (CB) Ternate, Senin (23/3/2026), akibat pendarahan di bagian kepala.
Peristiwa dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam sekitar pukul 22.28 WIT di kediaman korban di Kelurahan Toboleu.
Korban Sempat Minta Tolong Keluarga
Ibu korban, Tomijan Yasim, mengungkapkan dirinya menerima pesan singkat dan telepon dari korban dalam kondisi lemah sebelum kejadian diketahui keluarga.
“Dalam pesan WhatsApp dan telepon, P memanggil saya untuk datang melihatnya karena merasa sudah tidak berdaya,” ujarnya.
Saat keluarga tiba di lokasi, korban ditemukan terbaring lemas dengan luka perdarahan di bagian hidung, telinga, dan kepala. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD CB Ternate untuk menjalani operasi darurat.
Diduga Sudah Berulang Kali Terjadi
Tomijan menyebut, dugaan kekerasan bukan kali pertama dialami korban sejak menikah dengan pelaku pada November 2025. Ia mengaku anaknya kerap menjadi sasaran penganiayaan.









