Olivia Latuconsina: Keterwakilan Perempuan Hanya Jadi Simbol

oleh -156 views

Ada nilai lebih yang dipunyai perempuan kalau kita bicara kesetaraan gender malah ada partisipasi perempuan, keterwakilan perempuan disitu. Tidak boleh ada yang ditinggalkan.

Dewan Pertimbangan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Maluku ini menyebutkan, bicara politik tidak hanya 5 tahun sekali, tapi bicara politik harus setiap saat, yang berkontribusi pada pemenuhan hak perempuan dan juga perbaikan kualitas perempuan.

Ditambahkan, pekerjaan rumah besar kita merobah cara pandang memanusiakan perempuan karena hak-hak mereka dikebiri. Patokan kita perempuan dan laki-laki tidak berbeda. Mengisi kesempatan di publik sama. Ada perubahan cara pandang masyarakat.

“Kami di Komnas perempuan terus mendorong pemerintah melahirkan kebijakan yang lebih kepada mengeleminir sedapat mungkin pemikiran patriakhi ini dengan misalnya bekerjasama dengan kemendikbud agar pengetahuan HAM berbasis gender masuk dalam kurikulum. Bekerjasama dengan BAKN agar calon-calon ASN dibekali dengan HAM berbasis gender. Kami bekerjasama dengan semua kementerian. Karena kalau cara pandang salah akan melahirkan keputusan yang salah, ini yang harus diantisipasi,” tandasnya.

Menurut Olivia, perempuan dituntut cerdas, pilihan menjadi ibu rumah tangga tidak ada yang salah disitu. Tapi seorang ibu rumah tangga juga harus punya pengetahuan yang cukup, yang mumpuni, untuk bagaimana itu diwariskan ke anak-anaknya ke generasinya. Ada banyak perempuan-perempuan yang mau belajar tentang itu.