Mengurai Masalah Penggelembungan Suara di Kecamatan Tutuk Tolu SBT

oleh -21 views
Yakuba Rumodar sebagai saksi mandat Partai NasDem di Kecamatan Tutuk Tolu hadir di Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang Mendengarkan Keterangan Saksi/Ahli PHPU Pileg Maluku Tahun 2024. Foto Humas/Teguh

Porostimur.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024 (PHPU DPR/DPRD) terhadap permohonan Calon Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur Nomor Urut 7, Fandy Anwar Renjaan pada Selasa (28/5/2024).

Dalam sidang Perkara Nomor 244-02-14-31/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 ini, pihak-pihak yang diperdengarkan keterangannya di antaranya saksi-saksi yang dihadirkan Pemohon, yaitu Yakuba Rumodar, M. Kasim Rumodar, Moh. Ali Agam Rumfot, Ahmad Yani Urath, dan Mahya Lausiry.

Sementara Termohon mendatangkan saksi-saksi yakni Syarifuddin Rumakey, M. Jafar Arey, Kisman Kilian, Taib Wangsi, dan Musa Rumakey.

Di hadapan Majelis Sidang Panel 2 yang dipimpin Wakil Ketua MK Saldi Isra bersama dengan Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur dan Hakim Konstitusi Arsul Sani ini, Yakuba Rumodar sebagai saksi mandat Partai NasDem di Kecamatan Tutuk Tolu mengatakan awalnya penyelenggaraan pemilihan berjalan lancar, C.Salinan yang dibacakan sama dengan C.Salinan pada saksi.

Baca Juga  Dispar Malra Gelar Pelatihan Inovasi dan Higienis Sajian Kuliner

Namun menjelang penetapan oleh PPK dilakukan skorsing dua hari dan hasilnya ada penggelembungan suara pada Partai Demokrat dari 680 suara menjadi 895 suara.

No More Posts Available.

No more pages to load.