Menurutnya, sinergi dengan Bulog menjadi penting dalam upaya pencegahan maladministrasi, terutama pada pelaksanaan program-program pangan nasional, seperti Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kami mendorong sinergi dan kolaborasi yang kuat agar pengawasan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan program SPHP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Bulog Terbuka, Stok Pangan Dipastikan Aman
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Ternate, Jefry Tanasy, menyambut baik penguatan kerja sama dengan Ombudsman RI Perwakilan Maluku Utara. Ia menegaskan Bulog terbuka untuk berkolaborasi sebagai bagian dari komitmen meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran distribusi pangan.
Jefry mengungkapkan, Bulog Cabang Ternate saat ini melayani 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi dan penguatan ketahanan pangan.
“Karena itu, pada tahun 2026 kami merencanakan penambahan tujuh gudang di tujuh kabupaten untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Saat ini kami masih menunggu koordinasi terkait ketersediaan lahan,” ungkapnya.
Meski demikian, Jefry memastikan stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru hingga Lebaran.










