Orang Maluku Mulai Kastinggal Sagu

oleh -73 views

Padahal, ia menjelaskan, sagu memiliki kadar kalori yang hampir sama dengan jagung dan beras, dan lebih mudah dibudidayakan.

“Sagu menyimpan air, patinya banyak dan tahan dengan perubahan iklim, berbeda dengan padi yang rentan terhadap hama dan penyakit dan banyak menghasilkan gas metan ke udara sehingga mempengaruhi pemanasan global,” katanya.

Sebagai bahan pangan pokok sebagaimana beras dan jagung, mestinya sagu bisa terus memperkaya ragam pilihan makanan pokok warga.

“Potensi sagu sangat besar, jika dikembangkan oleh pemda akan menjadi penyangga pangan nasional, yang dimulai dengan merawat hutan sagu dengan tidak mengalihkan fungsinya, serta memproduksi sagu menjadi produk yang beragam dan diminati masyarakat,” katanya.

Wardis mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku, telah menetapkan Peraturan Daerah, Nomor: 10, Tahun 2011, tentang: Pengelolaan dan Pelestarian Sagu. Namun penerapannya belum diperhatikan secara serius.

Baca Juga  Singkirkan Meksiko dengan 10 Pemain, Inggris Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

“Sagu harus ditanam dan dirawat dengan baik dengan pengelolaan dari hilir sampai hulu sehingga masyarakat kembali mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok, dan makanan olahan sagu semakin beragam”, pungkasnya. (red)