Pagar Baru Israel Ubah Kota Sinjil di Tepi Barat Palestina Jadi Penjara Terbuka

oleh -354 views
Israel membangun pagar di kota Palestina, utara Ramallah, Tepi Barat. Foto/X

“Dulu Sinjil adalah pusat komersial. Sekarang menjadi kota hantu,” papar dia.

Bagi Walid Fuqaha, petani dan penggembala berusia 33 tahun, tembok tersebut telah mengubah rutinitas hariannya.

Yang dulunya hanya beberapa menit berjalan kaki ke ladangnya kini membutuhkan waktu lebih dari setengah jam, jika ia diizinkan untuk pergi.

“Terkadang seorang tentara menolak membuka gerbang. Kami adalah tahanan di tanah kami sendiri,” ujar dia.

Fuqaha mengatakan pagar tersebut merupakan bagian dari strategi pemukim yang lebih luas untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

“Mereka membiarkan sapi-sapi mereka merusak tanaman kami. Mereka ingin kami menyerah, meninggalkan ladang untuk perluasan lahan mereka,” ungkap dia.

Baca Juga  Didorong Pimpin IKA Unidar, Umar Lessy Siapkan Visi Besar Jadikan Alumni Kekuatan Strategis Pembangunan

Bagi warga seperti Umm Muhammad Fuqaha, pesan di balik tembok itu jelas.

“Mereka bilang itu untuk keamanan. Tapi itu untuk mencekik kami. Mereka menutup semua jalan kecil dan meninggalkan kami dengan satu pintu masuk yang dikendalikan oleh tentara,” ujar dia.

“Tanah adalah segalanya. Kami bertahan hidup dengan beternak kambing dan bertani. Kami tidak bisa meninggalkannya begitu saja,” ungkap dia.

Beberapa pekan lalu, Umm Muhammad nyaris tertabrak mobil pemukim ilegal. “Mereka tidak menginginkan kami di sini,” ujar dia datar.

No More Posts Available.

No more pages to load.