Mengadapi spectrum ancaman yang semakin luas, transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan untuk meletakan pondasi bagi pembentukan kapabilitas pertahanan modern yang relefan dengan perkembangan tehnologi militer terkini. Sehingga TNI dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan dilingkungan sterategis, regional maupun global.
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menambahkan bahwa Penguatan budaya srategis Perajurit dan Perwira TNI harus tetap menjadi pondasi utama transformasi pertahanan, yaitu TNI yang manunggal dengan rakyat dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang devensif aktif dengan pertahanan berlapis dan memanfaatkan tehnologi militer dan infestasi pertananan yang terncana. Moderensiasi pertahanan ini juga harus disertai dengan terobosan, pengelolaan ekonomi dan infestasi pertahanan.
“Saya tegaskan kembali kita harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertananan yang berfikir jangka panjang, yang dirancang sistematis dan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.
Lanjutnya bahwa saya perintahkan agar terus melakukan adopsi dan inovasi tehnologi mutakhir di Negara kita, bergerak aktif dalam konsursium industri pertahanan global memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni.




