Terlepas dari angka-angka tersebut dan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas, Zamir menegaskan bahwa “2025 akan tetap menjadi tahun pertempuran”.
“Kementerian Pertahanan harus terus berupaya meningkatkan kemampuan tempurnya, membangun kekuatan, dan mendukung kebutuhan IDF serta misi keamanan nasional,” imbuh dia, yang dilansir The New Arab, Kamis (6/2/2025).
Dia mencatat bahwa tahun lalu, Kementerian Pertahanan Israel membeli senjata senilai 220 miliar shekel, yang setara dengan sekitar USD61,5 miliar, yang empat kali lipat dari jumlah tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza mengatakan minggu ini bahwa jumlah korban tewas terbaru dari perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 adalah 61.709 orang. Angka tersebut mencakup 17.881 anak-anak dan 214 bayi baru lahir.
Kepala kantor media pemerintah Gaza menambahkan jenazah 76 persen warga Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 telah ditemukan tetapi sekitar 14.222 diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan.
sumber: sindonews










