Paralelisme Sepakbola dan Politik di Indonesia

oleh -734 views

Pengumuman terkait batalnya Indonesia sebagai tuan rumah seolah menjadi hantaman bola salju, yang memang telah bergulir deras jelang penyelenggaraan event dimaksud. Keikutsertaan Timnas Israel U20 menjadi momok utama pro-kontra ajang Piala Dunia U20 di Indonesia. Gelombang penolakan tersebut tidak sejalan dengan agenda FIFA, yang memang sedari awal mengijinkan Israel berpartisipasi dalam seluruh turnamen di bawah FIFA. Sementara Indonesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah mengemban amanat dari sisi penyelenggaraan, dengan menerima seluruh peserta putaran final tanpa kecuali. Di sisi lain, status Indonesia sebagai tuan rumah diawali dari proses bidding atau mengajukan diri pada 2019 silam.

Pasca menang biding pada 2019, dengan mengungguli Brasil dan Peru. Status tuan rumah Indonesia lantas dicabut oleh FIFA, terkait kondisi yang dianggap tidak memungkinkan jelang penyelenggaraan. Penolakan Timnas Israel salah satunya dinyatakan Gubernur Bali, Wayan Koster bahkan telah bersurat kepada pemerintah pusat, terkait sikap penolakan kehadiran Israel sebagai salah satu peserta, melalui surat bernomor T.00.426/11470/SEKRET per-14 Maret 2023.

Baca Juga  Sarmuji: Golkar Tak Khawatir dengan Safari Politik Jokowi

Penolakan itu jelas menjadi salah satu faktor krusial, mengingat Bali bersama lima Provinsi lain; Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Timur yang mana ditunjuk sebagai tuan rumah. Lebih lagi, Bali juga menjadi tuan rumah drawing.

No More Posts Available.

No more pages to load.