Parang Salawaku dan Kalawai, 2 Senjata Tradisional Maluku 

oleh -84 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Maluku adalah daerah yang kaya akan seni dan kebudayaan, termasuk senjata tradisional. Dua di anatara beragam senjata tradisional yang populer adalah Parang Salawaku dan Kalawai. Berikut ini penjelasannya secara rinci.

1. Parang Salawaku

Parang Salawaku merupakan sepasang senjata tradisional asal Maluku yang terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku (perisai), pada masa silam Parang Salawaku digunakan sebagai senjata oleh para pahlawan Indonesia dalallm berperang melawan penjajah.

Parang berfungsi sebagai senjata. Hal ini dipakai sebagai senjata untuk melakukan penyerangan pada lawan. Sedangkan Salawaku dipakai sebagai perisai untuk menahan serangan lawan.

Parang salawaku merupakan senjata yang digunakan pria Maluku saat berperang. Parang berarti pisau besar, sedangkan salawaku berarti perisai.

Di masa silam, pria akan memotong rambut musuh yang berhasil dibunuhnya. Rambut itu kemudian diikatkan di gagang parang. Satu jenazah, satu ikat rambut. Makin banyak rambut yang ada di gagang parang, maka makin tinggi status pemiliknya. 

Baca Juga  Melalui Program Transformer, Kapolres Halsel Sambangi Pangkalan Ojek

Tentu saat ini kebiasaan itu sudah tidak ada lagi. 

Selain itu, parang ini juga menjadi simbol kemerdekaan rakyat. Senjata ini dapat disaksikan pada tarian Cakalele, yaitu tarian yang menyimbolkan kekuatan kaum pria Maluku.

Pada tarian tersebut, parang di tangan kanan penari melambangkan keberanian, sementara salawaku di tangan kiri melambangkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Parang khas Maluku ini dibuat dari besi yang ditempa dengan ukuran bervariasi, biasanya antara 90-100 sentimeter. Pegangannya terbuat dari kayu besi atau kayu gapusa. Sementara salawaku dibuat dari kayu keras yang dihiasi kulit kerang laut.

Senjata tradisional tersebut, juga berfungsi sebagai lambang pemerintah kota Ambon. Parang dan Salawaku bagi masyarakat Maluku merupakan simbol kemerdekaan rakyat Maluku. Jika kita berkunjung ke Maluku, maka kita bisa menjumpai senjata tradisional Maluku tersebut dalam tarian Cakelele.

Baca Juga  Peneliti AS Sebut Ganja Dapat Mencegah Covid-19

Cekelele adalah tarian khas Maluku yang mengandung makna simbolis kekuatan kaum pria Maluku. Parang dipegang pada tangan kanan penari yang melambangkan sebuah keberanian. Sedangkan Salawaku dipegang di tangan kiri yang melambangkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Yang membuat senjata ini unik dan estetis adalah adanya ukiran-ukiran bermakna khusus yang terbuat dari kulit kerang laut. Ukuran Parang dan Salawaku bervariasi tergantung postur badan sang penari.

2. Kalawai

Bagi masyarakat Maluku tentu tidak asing lagi dengan senjata tradisional tersebut, yaitu Kalawai. Bagi kita yang belum mengenal senjata ini. Kata “Kalawai”, berasal dari kata asli bahasa daerah Maluku, khsusunya daerah Maluku Tengah, yaitu : Ambon, Haruku, Pulau Seram, Nusalaut, Buru dan lain-lain.

Kalawai Senjata Tradisional Maluku

Kalawai adalah senjata adat Maluku yang khas. Kata Kalawai berasal dari 2 kata, yaitu ‘kala’ dan ‘wai’. ‘Kala’ memiliki makna tikam dan ‘wai’ memiliki makna air. Jadi secara bahasa kata ‘kalawai’ berarti menikam air.

Baca Juga  Loka Lansia Minaula Kendari Berikan ATENSI kepada Korban Bencana Banjir di Buano Utara

Senjata Kalawai bentuknya seperti tombak tetapi tetapi Kalawai sendiri biasanya sedikit lebih panjang dari tombak yang terbuat dari kayu ataupun buluh. Pada ujung buluhnya diberi besi tajam dan lebih dari 1 yang diikat melingkari buluh tersebut.

Perbedaan Kalawai dan Tombak

Perbedaan yang paling mudah dilihat antara Kalawai dan tombak adalah pada ujung atau matanya. Pada tombak umumnya bermata 1, maka pada Kalawai bermata 3 yang serupa dengan Trisula. Dari segi fungsinya, Kalawai memiliki fungsi yang berbeda dengan tombak.   Jika tombak berfungsi sebagai senjata untuk berburu di hutan, maka Kalawai berfungsi untuk alat menangkap ikan di lautan ataupun di sungai oleh para nelayan. (red)