Parang Salawaku dan Kalawai, 2 Senjata Tradisional Maluku 

oleh -3,768 views

Pada tarian tersebut, parang di tangan kanan penari melambangkan keberanian, sementara salawaku di tangan kiri melambangkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Parang khas Maluku ini dibuat dari besi yang ditempa dengan ukuran bervariasi, biasanya antara 90-100 sentimeter. Pegangannya terbuat dari kayu besi atau kayu gapusa. Sementara salawaku dibuat dari kayu keras yang dihiasi kulit kerang laut.

Senjata tradisional tersebut, juga berfungsi sebagai lambang pemerintah kota Ambon. Parang dan Salawaku bagi masyarakat Maluku merupakan simbol kemerdekaan rakyat Maluku. Jika kita berkunjung ke Maluku, maka kita bisa menjumpai senjata tradisional Maluku tersebut dalam tarian Cakelele.

Cekelele adalah tarian khas Maluku yang mengandung makna simbolis kekuatan kaum pria Maluku. Parang dipegang pada tangan kanan penari yang melambangkan sebuah keberanian. Sedangkan Salawaku dipegang di tangan kiri yang melambangkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Yang membuat senjata ini unik dan estetis adalah adanya ukiran-ukiran bermakna khusus yang terbuat dari kulit kerang laut. Ukuran Parang dan Salawaku bervariasi tergantung postur badan sang penari.

Baca Juga  Genjot Produksi Rudal dan Drone, Iran Tegaskan Siap Kembali Perang

2. Kalawai

Bagi masyarakat Maluku tentu tidak asing lagi dengan senjata tradisional tersebut, yaitu Kalawai. Bagi kita yang belum mengenal senjata ini. Kata “Kalawai”, berasal dari kata asli bahasa daerah Maluku, khsusunya daerah Maluku Tengah, yaitu : Ambon, Haruku, Pulau Seram, Nusalaut, Buru dan lain-lain.