Porostimur.com, Ternate — Duka pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara belum sepenuhnya reda. Di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, umat Kristiani kini dihadapkan pada situasi sulit: menyambut Paskah 2026 di tengah ancaman gempa susulan dan kerusakan rumah ibadah.
Di satu sisi, rangkaian ibadah Jumat Agung hingga Paskah tetap menjadi kebutuhan rohani yang tak bisa ditinggalkan. Namun di sisi lain, keselamatan warga menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi darurat yang belum stabil.
Ibadah dalam Ketidakpastian
Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ternate Rinto Pumadada, mengatakan umat Kristiani di Batang Dua saat ini tetap bersiap menjalani rangkaian ibadah, termasuk penjamuan kudus. Namun, pelaksanaannya masih diliputi ketidakpastian.
“Di satu sisi, ada kebutuhan rohani yang harus dipenuhi dalam momentum Paskah. Tetapi di sisi lain, situasi bencana menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan penuh dari masyarakat,” ujar Rinto.
Ia mengungkapkan, sejumlah gereja mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa, sehingga belum dapat dipastikan apakah bangunan tersebut aman digunakan untuk ibadah Jumat Agung.
Kondisi ini menambah keprihatinan warga, mengingat Paskah merupakan salah satu momentum paling sakral bagi umat Kristiani. Meski demikian, warga diminta tetap mengutamakan keselamatan sembari menunggu arahan terkait lokasi ibadah yang aman dan layak.










