Patahuwe-Lisabata di Ujung Bara, Ketua DPRD Maluku: Jangan Biarkan Persoalan Pribadi Membakar Persaudaraan

oleh -66 Dilihat
Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun mengingatkan agar persoalan yang bermula dari individu tidak berubah menjadi pertikaian antarkelompok.

Para pemangku kepentingan tersebut, kata dia, harus menjadi bagian dari solusi dan tidak mengambil langkah yang justru memperuncing keadaan.

Menurut Benhur, Maluku memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Adat, pela, gandong dan nilai-nilai persaudaraan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus dihidupkan dalam situasi seperti sekarang, bukan sekadar menjadi simbol dalam berbagai kegiatan seremonial.

“Adat seharusnya menjadi jalan untuk mempertemukan orang yang berselisih, bukan menjadi alasan untuk semakin menjauhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap tokoh-tokoh masyarakat dapat membuka ruang komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai sehingga persoalan tidak diselesaikan melalui kekerasan.

Bagi Benhur, menghentikan benturan merupakan langkah awal. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat kembali hidup berdampingan tanpa membawa dendam dari satu peristiwa ke generasi berikutnya.

Baca Juga  Bahlil Lantik Pengurus Golkar Maluku 2025–2030, Umar Lessy Tekankan Konsolidasi hingga Desa

Yang Salah Diproses, Masyarakat Harus Dilindungi

Di sisi lain, Benhur menegaskan bahwa seruan perdamaian tidak berarti mengabaikan proses hukum.

Jika terdapat pihak yang terbukti melakukan tindak pidana, aparat penegak hukum harus tetap menjalankan proses sesuai ketentuan yang berlaku.

No More Posts Available.

No more pages to load.