Ayestarán mengatakan, saat semua negara fokus pada tindakan Rusia, semua negara tanpa terkecuali harus menaati Piagam PBB. Ia merujuk mengenai dominasi Amerika Serikat (AS) dan Eropa di panggung internasional yang menurutnya melanggar Piagam PBB.
Ayestarán mengatakan, negara-negara yang masuk dalam kelompok yang ia wakilikan melawan apa yang ia sebut aksi memecah belah Majelis Umum. “(Dan untuk) semangat berkompromi,” katanya. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan penjajah dan korbannya tidak dapat disamakan.
“Kami mendukung Rusia dan Ukraina untuk melangkah maju ke arah satu sama lain, masyarakat internasional harus mengambil langkah bersama untuk memfasilitasi perundingan damai,” kata Wakil Duta Besar Cina untuk PBB Dai Bing di Majelis Umum PBB.
Cina mengatakan, netral dalam konflik ini dan mengadvokasi perundingan damai. Tapi Beijing tidak mengkritik invasi Rusia.
Cina mengecam AS dan sekutu-sekutunya yang memberlakukan sanksi pada Moskow dan mengirimkan bantuan militer ke Ukraina. Hubungan Cina dan Rusia semakin dekat karena kebijakan luar negeri mereka yang melawan dominasi AS di kancah internasional.
Pejabat tinggi kebijakan luar negeri Partai Komunis Cina Wang Yi menegaskan hubungan itu saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pekan ini. Rusia dan Ukraina berusaha mencari dukungan di seluruh dunia.





