Kepala kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak membicarakan resolusi PBB dengan penasihat keamanan nasional India. “(Karena) Ukraina tertarik untuk memperluas sejauh mungkin dukungan resolusi tersebut, terutama dari negara-negara di bagian selatan dunia,” katanya dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan Ukraina.
Selama Perang Dingin, India bergantung pada Uni Soviet dan beberapa kali abstain dalam pemungutan suara resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta Rusia menghentikan invasi. Negara-negara yang kurang berpengaruh seperti negara-negara Afrika juga terjerat dalam persaingan diplomasi.
“Kami dijajah, dan kami memaafkan penjajah kami, sekarang penjajah meminta kami bermusuhan dengan Rusia, yang tidak pernah menjajah kami, apakah itu adil?” kata Menteri Luar Negeri Uganda Abubaker Jeje Odongo pada media Rusia, Sputnik bulan ini.
Rusia merupakan pasokan senjata utama Afrika dan Odongo mencatat sebagian besar peralatan militer negaranya berasal dari Rusia.
“Selama Perang Dingin negara-negara di Afrika secara tradisional melekat dengan Uni Soviet, memiliki nostalgia lama, tapi Rusia juga memiliki alat yang bagus, bagaimana memotivasi negara-negara Afrika berada di pihak mereka,” kata Menteri Luar Negeri Slovakia Rastislav Káčer di New York.





