PBNU: Kemanusiaan di Palestina Lebih Penting dari Normalisasi RI-Israel

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan, menjalin hubungan dengan Israel bisa menjadi salah satu opsi untuk melindungi keamanan dan keselamatan warga Palestina.

Wacana itu sempat digulirkan ketika Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden Indonesia. Namun, dalam konteks hari ini, Yahya menyebut wacana itu bisa saja relevan atau sudah usang.

“Kita harus melihat perkembangannya. Kita tidak boleh berhenti pada satu wacana saja. Ketika Gus Dur bilang itu, kaitannya adalah untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina. Tapi kita harus lihat realitas politik (hari ini) dan apa langkah yang paling tepat,” kata Yahya dalam perayaan ulang tahun ke-57 Hamas di Kedutaan Besar Palestina di Indonesia, Senin kemarin.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Sanana

Pria yang karib disapa Gus Yahya memahami bahwa normalisasi hubungan RI-Israel adalah wacana yang sarat kontroversi. Namun, dia menyebut kepentingan kemanusiaan harus diletakkan di atas segala.

“Apapun yang dilakukan, sebagai jalan keluar dari masalah Palestina harus kita tempuh. Banyak hal di luar diplomasi formal yang harus kita tempuh,” kata dia.

“Saya tidak dalam kapasitas memberikan rekomendasi politik hubungan Indonesia-Israel. Tapi, yang ingin saya serukan adalah kita tidak boleh menggeser fokus kita pada dimensi kemanusiaan,” sambung dia.

PBNU memiliki rekam jejak baik dalam membangun perdamaian dunia, termasuk terlibat dalam moderasi Taliban di Afghanistan.

Gus Yahya juga yakin PBNU bisa terlibat dalam perdamaian Palestina-Israel.

Baca Juga  Antisipasi Virus Corona, Sekretaris Kota Ambon Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

“Tentu bisa engage dengan Israel. Tapi bukan dalam frame politik, itu bukan posisi kita. Kita harus berbicara dengan semua pihak, termasuk Palestina. Karena stakeholder dalam hal ini bukan hanya Israel-Palestina, tapi ada aktor barat lainnya,” ujar Gus Yahya.

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu menyoroti pentingnya pendekatan di luar jalur diplomasi formal.

“Masalah yang kita hadapi dengan Palestina adalah masalah yang sangat besar, tua, dan kompleks. Dari sudut pandang saya, ada masalah besar yang harus kita lakukan dan pekerjaan ini dibutuhkan lebih dari diplomasi,” tutur Gus Yahya.

Melihat tingkat kompleksitas isu Palestina-Israel, Gus Yahya mendesak pemerintah dan semua pihak untuk mengupayakan seluruh celah yang ada.

Baca Juga  Pabrik Kelapa Sawit di Kobisonta Ambruk Akibat Gempa Beruntun Sabtu Sore

“Kita harus temukan apapun caranya, setiap lubang kecil yang ada pada tembok yang menghadang. Sekecil apapun lubangnya, kita harus temukan untuk masa depan yang lebih baik bagi warga Palestina,” tambahnya.

(red/idn-times)