Pecinta Alam Maluku Duga Polda Sisakan Banyak Sampah Plastik di Puncak Salahutu Saat Gelar Upacara HUT RI Ke 74

oleh -114 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ambon: Upacara HUT RI 74 Polda Maluku di puncak Gunung Salahutu diduga menyisakan tumpukan sampah Plastik.

Diketahui, Kepala Polda Maluku beberapa hari lalu melaksanakan HUT RI ke 74 di puncak gunung Salahutu 1086 mdpl (meter dari permukaan laut), yang berlokasi di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 14 Agustus 2019

Kegiatan tersebut terlihat sangat patriotik dan butuh perjuangan dan fisik yang prima untuk mencapai puncak gunung yang melewati hutan dan lembah-lembah serta jalan yang terjal dan berlumpur.

Link Banner

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh sang jenderal, Kapolda Maluku Irjend Pol Royke Lumowa serta ratusan prajurit Polri dan beberapa pegawai sipil di lingkup Polda Maluku.

Namun sangat disayangkan, kegiatan tersebut menyisakan sampah berkarung-karung yang di tinggalkan di puncak Salahutu, di lembah wai tasoi dan di sepanjang jalan dapat dijumpai bekas kemasan botol air mineral, makanan ringan dan konserver ransum yang berhamburan,

Baca Juga  25 Anggota DPRD Kepsul Absen, HMI Sanana Demo Kantor Kosong

Yanto Ode dari Matepala Unpatti dan beberapa anak Mapala yang akan melaksanakan upacara rutin setiap tanggal 17 Agustus di puncak Salahutu sangat terkejut dan prihatin melihat pemandangan yang tidak biasa itu.

“Kita lihat di puncak gunung, padahal setiap tahun Mapala ( mahasiswa pecinta alam) Maluku dan KPA Maluku (kelompok pecinta alam) mempunyai agenda rutin membersihkan sampah di gunung Salahutu, baik per Organisasi maupun bersama-sama”, tutur Yanto.

Lain halnya Iskandar Slamat seorang penggiat Alam bebas mengungkapkan, beberapa hari ini beredar foto sampah yang berserakan di puncak salahutu, bahkan kata salah satu teman yang baru melakukan pendakian ke sana sampah gelas air mineral berserakan di sepanjang jalan.

Baca Juga  Pengacara Nilai Polres Kepsul Lambat Tangani Kasus Penebangan Pohon Kelapa di Auponhia

“Melihat hal itu jujur sangat miris sekali. Ternyata sampah-sampah itu di buang begitu saja pasca acara perayaan upacara 17 Agustus di puncak Salahutu”, ujar Yanto.

“Bagaimana bisa kita menyatakan kita merdeka dan dalam implikasinya di kehidupan keseharian kita masih tidak bisa keseimbangkan alam.

Ingat, sampah plastik itu butuh sekitar 1000 tahun untuk bisa terurai oleh tanah. Kita tidak akan terhindar dari bencana jika kita tidak bisa menjaga keseimbangan alam dengan cara merawat alam itu sendiri yang bebas dari sampah.

Bagi kami dari kalangan pegiat alam ada etika yang harus di tanamkan dalam diri manakala kita melakukan kegiatan di alam, salah 1nya adalah “jangan meninggalkan apapun kecuali jejak”.

Baca Juga  Baksos Natal-Maulid, ajarkan siswa-siswi hargai sesama

Saya sangat berharap pemerintah bisa melihat hal ini, dan pihak terkait yang mungkin merasa melakukan hal itu bisa melakukan tindakan pembersihan, kalau memang perlu gandeng pecinta Alam Maluku baik Mapala maupun kelompok pecinta Alam.

Saya sudah komunikasikan dengan kawan-kawan saya dari komunitas penggiat alam, mereka akan bergerak kesana ( gunung salahutu-red) untuk melakukan pembersihan atas sampah-sampah yang berserakan itu, mungkin butuh waktu 2-3 hari untuk dibawa turun”, tuturnya.

Akhir kata Gunung Salahutu puncak kita bersama dan jangan kotori warna hijau Salahutu dengan warna-warni sampahmu, ungkap Iskandar. (Keket)