Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar benar atau salahnya satu pernyataan, melainkan bagaimana makna diproduksi, didistribusikan, dan diperebutkan dalam ruang publik. Di sinilah pentingnya membangun argumen yang tidak hanya kritis terhadap hegemoni, tetapi juga kokoh secara intelektual, sehingga mampu bertahan dalam perdebatan yang semakin kompleks dan terpolarisasi. (**)
Pelajaran Besar dari Pemutarbalikan Isi Ceramah Jusuf Kalla








