Pemilu 2024, Perang Penentu Masa Depan Indonesia

oleh -514 views

Gerilya pun terbagi dua, ada total gerilya, dan ada hit and run. Dalam sejarah Indonesia, sesaat setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, kita pun tak luput dari intervensi asing. Indonesia pernah diserbu sekian Divisi Pasukan Inggris, dengan melibatkan detasemen Gurkha yang terkenal tangguh di segala medan tersebut.

Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II, memiliki alutsista lengkap, darat, laut dan udara, namun mereka kalah di Surabaya, karena ada spirit pada rakyat yang melawan secara kolektif dan solid berjibaku, walau hanya dengan bermodalkan Resolusi Jihad.

Para Kyai (KH Hasyim Ashari dan KH Wahab Chasbullah), yang ikut membentuk laskar perlawanan seperti Hizbullah dll untuk bangkit melawan sampai titik darah penghabisan. Tercatat dua orang Brigadir Jenderal Inggris tewas, di Morokrembangan dan Jembatan Merah, Surabaya, di tangan milisi sipil yang justeru tidak terlatih dengan baik secara militer tersebut.

Baca Juga  Gerindra Malut Konsolidasi di Halsel, Target Menang di Pemilu 2029

Mereka dengan gagah berani menghadang militer Inggris, walau hanya dipimpin seorang anak muda Bung Tomo, dengan modal retorika yang menggema: Allahu Akbar dan Merdeka atau Mati lewat siaran Radio Pemberontak. Hingga tiga orang tukang becak jalan Tunjungan Surabaya, dengan gagah berani menaiki puncak menara Hotel Yamato (eks Hotel Oranje, sekarang: Hotel Majapahit), untuk merobek bendera Belanda menjadi Merah Putih, walau tewas ditembus peluru Belanda.

No More Posts Available.

No more pages to load.