Pemilu Biaya Tinggi dan Praktik Politik Ijon

oleh -1,048 views

Sebagai gambaran, belum lama ini dua perusahaan berhasil meraup triliunan rupiah dari menjual nikel dari bumi Maluku Utara di bursa saham. Triliunan rupiah bisa diraup dalam sekejap mata, tetapi di satu rakyat menanggung beban lingkungan hidup seumur hidup dan bagi generasi mendatang.

Ini merupakan contoh telanjang mata, dimana kemakmuran itu hanya mimpi bagi rakyat dan daerah penghasil, tetapi menjadi kenyataan bagi investor. Sekarang, pertanyaan sederhana dari triliunan yang dihimpun pengusaha, tentu tidak ada yang bisa menjawab mengenai porsi negara dan porsi rakyat pemilik kekayaan. 

Praktik pengingkaran konstitusi ini akan tetap sama, jika tidak ada penguasa yang tegas mengambil alih sumber daya alam. Justru, sangat mengkuatirkan pemimpin yang akan lahir di masa depan, lahir dari hasil eksploitasi sumber daya alam.

Baca Juga  Wamen ESDM Tekankan Kesiapan Listrik Dukung Pertumbuhan Ekonomi Maluku dan Malut

Para pemimpin politik harus jujur, politik praktis telah didesain menjadi politik padat modal. Pemimpin politik dipaksa sistem politik untuk tergantung kepada pemilik modal, baik untuk tiket politik maupun untuk menggerakkan mesin dukungan politik.

 Cilakanya, bukan rahasia lagi, kalau  sebagian besar pemodal besar Indonesia  lahir dari mengeruk sumber daya alam. Sangat berbahaya bagi rakyat, ketika pengusaha melahirkan pemimpin, karena langsung atau tidak, pada akhirnya pengusaha akan mengembalikan modal jauh lebih besar dan nasib rakyat menjadi taruhannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.