Tujuh Kali Berupaya Pulang, Selalu Dihalangi Otoritas
Machado berada di pengasingan sejak meninggalkan Venezuela secara diam-diam pada akhir 2025 untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Menurut partai yang didirikannya, Vente Venezuela, Machado setidaknya telah tujuh kali berupaya kembali ke negaranya, tetapi selalu dihalangi oleh otoritas Venezuela.
Kepulangan Machado berlangsung di tengah perubahan besar dalam dinamika politik negara Amerika Selatan tersebut. Sebulan setelah Machado meninggalkan Venezuela, pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap Nicolas Maduro, pemimpin Venezuela yang telah lama berkuasa, dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana.
Machado berulang kali memuji Presiden AS Donald Trump atas operasi penangkapan Maduro tersebut. Namun, Washington kemudian mengizinkan Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Maduro, untuk memimpin Venezuela sebagai presiden sementara.
Masa Depan Politik Venezuela Masih Jadi Sorotan
Kembalinya Machado memunculkan perhatian terhadap arah politik Venezuela, terutama terkait posisi kelompok oposisi dan pemerintahan sementara yang didukung Washington.
Sejumlah pengamat meyakini pemerintah AS turut berperan dalam menghambat kepulangan Machado. Penilaian tersebut dikaitkan dengan pernyataan Trump yang berulang kali menunjukkan kepuasannya terhadap kepemimpinan Rodriguez.











