Sementara itu, Bupati MBD dalam arahannya menegaskan stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya harus dapat ditekan hingga mendekati target nasional. Perlu adanya intervensi program dan kegiatan nyata, bukan hanya sekedar merencanakan dan melakukan koordinasi serta rapat-rapat.
“Stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya harus turun sesuai dengan target nasional. Progres tahun 2022 begitu baik, dibuktikan dengan penerimaan penghargaan mandala karya kencana dari BKKBN RI sebagai upaya dalam penanganan stunting di daerah. Kita tetap harus berlari untuk MBD maju. Seluruh OPD harus melakukan terobosan inovatif dalam pencegahan dan penurunan stunting di daerah. Semuanya harus berkolaborasi bersama, baik pemerintah daerah maupun PKK baik Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta stakeholder terkait lainnya,” tegas bupati.
Rembuk Stunting ini membahas tentang peningkatan target lokus stunting; upaya dalam mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam percepatan penurunan angka stunting, komitmen OPD dan stakeholder lainnya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui program orangtua asuh. Disamping itu juga penyelarasan program kegiatan dan sinergitas antar OPD terkait penganggaran dan afirmasi kebijakan dalam program percepatan penurunan angka stunting Tahun 2024. (red/mc-mbd)












