Porostimur.com, Ambon – DPRD Provinsi Maluku menyoroti kinerja Pasar Mardika yang dinilai jauh dari target, sekaligus mengancam proyeksi fiskal daerah. Tahun ini, pendapatan pasar sentral di Kota Ambon hanya mencapai Rp900 juta, jauh di bawah proyeksi awal Rp18 miliar. Estimasi terbaru pun hanya menargetkan Rp5 miliar, tetap jauh dari harapan.
Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, menyebut rendahnya pendapatan bukan sekadar soal angka, tetapi juga cerminan kegagalan tata kelola pasar.
“Ini bukan sekadar soal angka yang tidak tercapai, ini soal komitmen dan kemampuan kita dalam mengelola aset daerah. Pasar Mardika ini potensi besar, tapi kenapa tidak bisa dimaksimalkan?” ujar Benhur, Rabu (26/11/2025).
Tata Kelola Buruk Jadi Pemicu
Menurut Benhur, buruknya pengelolaan pasar menjadi penyebab utama rendahnya pendapatan. Sistem retribusi yang tidak efektif, kebersihan yang kurang terjaga, dan keamanan yang tidak memadai membuat pedagang enggan beraktivitas di dalam pasar. Banyak pedagang lebih memilih berjualan di pinggir jalan.
“Pengelola pasar harus lebih kreatif dan inovatif dalam menarik pedagang dan pembeli,” tegasnya.
Opsi Penyerahan ke Pemkot Ambon
Menanggapi kondisi ini, DPRD Maluku membuka opsi menyerahkan pengelolaan Pasar Mardika sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Ambon.









