Atas tudingan itu, Andi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten SBB sangat mendukung kegiatan keagamaan.
Buktinya kata dia, kucuran APBD sebesar Rp200 juta diberikan kepada kontingan SBB yang akan mengikuti Pesparani di kota Tual.
“Pesparani didukung Rp200 juta, beta terus tanya kenapa hanya dianggarkan Rp200 juta di APBD, sedangkan proposal yang diajukan sebesar Rp650 juta. Dan saya ingin sampaikan dana itu cair bukan karena dipresure, tapi saya sadah dapat jawaban bahwa Pesparani sama dengan Ormas yang lain,” kata Andi Rabu (14/9/2022) di Piru.
Menurutnya bantuan dari Pemda SBB hanya dalam bentuk dukungan dan tidak wajib untuk menanggung 100 persen kebutuhan anggaran kontingen Pesparani SBB. “Makanya di APBD hanya dianggarkan Rp200 juta. (Nilai itu) ditetapkan oleh mantan bupati,” ujar dia.
Berikut soal jalan di desa Kaibobo-Waisarissa yang diminta untuk diperbaiki karena akan ada kegiatan keagamaan. Dia bilang, jalan tersebut dibangun dengan konstruksi lapen dan bukan hotmix sehingga selalu mengalami kerusakan.
“Akibatnya jalan tetap rusak dan masih dalam garansi pihak ketiga. Tidak ada hubungannya dengan saya mau buka atau tutup itu jalan. Justru saat ini saya sedang berupaya untuk mengusut kenapa dibangun dengan konstruksi lapen. Padahal dokumen dari Kementrian PUPR konstruksinya hotmix, siapa yang merekomendasikan perubahan tersebut,” tanya Andi.





