Soal tokoh agama dan panitia tidak dihargai saat hendak menemui Andi untuk membahas persiapan kontingen Pesparani SBB menuju Tual. Dia menganggap hal itu sangat lebai, tidak sesuai fakta.
“Menerima tamu, saya sampai jam 21.00 WIT malam selama tidak ada acara lainnya tidak pernah ada tamu yang tunggu mulai jam 08.00 sampai malam. Kan kantor saja belum buka ini sudah dilebih-lebihkan. Jika tamu sudah bisa dilayani oleh staf untuk kepentingannya, saya bisa terima tamu lainnya,” jelasnya.
Sementara, keabsahan Pesparani dan Surat Keputusan Lembaga Pesparani SBB yang dipertanyakan keabsahannya, kata Andi, bukan keabsahan kegiatan perparani, namun keabsahan lembaga Pesparani di SBB.
“SK bupati (M. Yasin Payapo) yang sudah meninggal adalah tentang terbentuknya lembaga Pesparani. Bukan mengikuti setiap event Pesparani. Jadi SK memang seharusnya selalu dievaluasi disesuaikan dengan kondisi yang berkembang,” tegas Andi.
Minta Polemik Bantuan Pesparani Dihentikan
Dia meminta polemik bantuan dana untuk kontingen Pesparani SBB tidak perlu diperpanjang. Sebab dana hibah bukan sebuah keharusan. Tetapi penggunaannya harus tetap diawasi pemerintah daerah sebab akan dipertanggungjawabkan saat tutup tahun anggaran.
“Yang seperti ini seyogyanya tidak menjadi debatable,” ujarnya.





