Persoalan lainnya adalah semakin terbatasnya sumber air. Sejumlah titik air dilaporkan mulai mengering setelah berbulan-bulan mengalami musim kemarau.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan serius apabila kebakaran kembali muncul dalam skala lebih besar atau terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.
Hingga kini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun, dampak kebakaran mulai dirasakan masyarakat, terutama akibat asap yang ditimbulkan.
Keluhan gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dilaporkan meningkat pada sejumlah warga yang mendatangi fasilitas kesehatan di Kota Dobo.
Situasi ini menjadi peringatan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengancam lingkungan dan permukiman, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, keterbatasan armada, personel, serta sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Damkar Kepulauan Aru.
Karena itu, pencegahan menjadi kunci. Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan mengancam permukiman warga.









