Perdebatan DPRD Malra Pada Pembahasan APBD 2020, Persoalan Tatib Saja

oleh -67 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Perdebatan Anggota DPRD pada pembahasan APBD 2020 sebenarnya ada pada internal DPRD itu sendiri, sehingga perlu disampaikan sekaligus memberikan pencerahan terhadap publik akibat dari pemberitaan miring oleh media tertentu dan kemudian menjadi fitnah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Malra, Abe Efruan dalam jumpa pers didampingi Wakil Ketua II Johanes Bosco Rahawarin di ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (12/8/2021).

Efruan menegaskan, bahwa terhadap refokusing anggaran dokumennya telah diserahkan oleh pemerintah daerah dan diterima oleh ketiga pimpinan DPRD pada tanggal 3 September 2020, sehingga apa yang menjadi permintaan Fraksi PKB itu telah tertuang dalam dokumen yang disampaikan.

Selain itu jika ingin meminta rincian maka Ketua DPRD mengeluarkan disposisi karena di DPRD itu ada yang namanya alat kelengkapan Dewan.
Selain itu pembahasan di Komisi II telah selesai, di mana komisi ini membidangi dinas yang mengelola anggaran Covid-19.

Anehnya dalam pembahasan pada tingkat komis tidak disebutkan persoalan rincian, setelah palu sudah diketuk maka persoalan pembahasan dianggap selesai.

Baca Juga  Lucky Wattimury: Pemerintah Dan Masyarakat Maluku Harus Siap Menyambut Kehadiran LIN

“Namun setelah palu sudah diketuk ketua kembali meminta rincian tersebut,” ungkap Efruan.

Hal senada juga disampaikan Johanes Bosco Rahawarin, dimana pernyataan Fraksi PKB sebelum wolk out itu di luar konteks, karena alasan penolakan pembahasan refokusing anggaran bulum menerima rincian refokusing anggaran.

Ada kejanggalan kata Rahawarin di mana bisa mengetahui namun belum menerima rincian refokusing tersebut.

Dirinya sangat menyayangkan sikap politik Fraksi PKB. “Namun kenapa tidak mempersoalkan pada pembahasan sebelumnya, namun tinggal selangkah untuk memdpat persetujuan baru menolak,” tegas Rahawarin. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.