“Saya mengajak seluruh guru Indonesia terus berinovasi, belajar sepanjang hayat, berkolaborasi lintas bidang, serta memiliki pola pikir yang terbuka dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Namun ia tak menutup mata terhadap tantangan internal. Berbagai upaya melemahkan PGRI, katanya, membuat organisasi guru itu harus terus berkonsolidasi, memperkuat persatuan, dan menjaga kewaspadaan. Sebagai rumah besar para pendidik, PGRI tetap berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, serta peningkatan kompetensi guru.
Meneguhkan Peran Guru sebagai Penjaga Masa Depan Bangsa
Kaidel juga mengingatkan kembali perjalanan panjang PGRI yang lahir di tengah kepulan asap perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, guru sejak awal telah menjadi bagian dari perjuangan besar bangsa: melawan kebodohan, keterbelakangan, dan menjaga kedaulatan pendidikan nasional.
“PGRI hadir sebagai wadah perjuangan para guru dalam memperjuangkan kedaulatan NKRI, memajukan pendidikan, dan berkhidmat kepada negara,” ungkapnya.
Di era reformasi, PGRI kembali menegaskan sifatnya sebagai organisasi yang unitaristik, independen, dan non-partisan. Kaidel menilai prinsip ini penting untuk terus dijaga seluruh kader dan pendidik.
Ia juga menyinggung pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang masuk Program Legislasi Nasional 2025. Menurutnya, perubahan regulasi pendidikan kelak harus tetap berpihak pada perlindungan dan kesejahteraan guru.









