Perjuangkan Aspirasi Masyarakat SBT, Kolatlena Interupsi Paripurna LKPJ Maluku 2020

oleh -168 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena melakukan interupsi pada rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2020, Jumat (16/4/2021).

Ini dilakukan Kolatlena guna menyampaikan aspirasi masyarakat Kilmury Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sekaligus mengingatkan Gubernur Maluku terhadap janjinya kepada masyarakat SBT.

“Saya melihat belum ada perubahan terhadap apa yang disampaikan Gubernur. Saya mengingatkan janji Gubernur terhadap masyarakat SBT yang menjadi bagian dari Maluku”, ujar Kolatlena.

Ia berharap, Gubernur dapat merealisasikan janjinya kepada masyarakat SBT di tahun-tahun yang akan datang, karena Gubernur sendiri pernah melakukan kunker ke Kilmury bahkan sampai menetaskan air mata.

Link Banner

“Saya percaya air mata yang tumpah di Kilmury itu, air mata tulus seorang pemimpin kepada rakyat, bukan air mata buaya dan janji yang disampaikan bukan janji palsu,” ungkapnya.

Baca Juga  Tumbangkan Petahana, Aryati Soamole Jadi Kades Perempuan Pertama di Manaf

Menanggapi pernyataan Kolatlena, Gubernur Maluku, Murad Ismail menyampaikan bahwa setelah dirinya dilantik menjadi Gubernur, kunker pertamanya yaitu ke Kilmury untuk menunjukan bahwa dirinya tidak pernah membenci masyarakat SBT dan dirinya tidak pernah berjanji untuk masyarakat SBT.

“Saat melakukan kunjungan kerja ke SBT, Kita membawa program kesana kurang lebih dari Rp.800 miliar yang ada di Provinsi dan Balai, itu Rp.406 miliar Kita bawa ke SBT. Itu sebagai bentuk kepedulian kita ke SBT”, paparnya.

Menurut Gubernur, sampai hari ini semua permintaannya ke PUPR tentang perubahan APBD sampai hari ini masih dikerjakan oleh Balai di SBT, bahkan laporan yang Ia dapatkan dari Balai Sungai, pihak Balai juga akan membangun jembatan yang bentanganya sekitar 500 meter. Untuk itu Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berjanji kepada siapa pun.

Baca Juga  Hehanusa: Jika Larangan Mudik Tidak Diatur Dengan Baik Akan Menimbulkan Masalah Baru

“Saya selama kampanye pun sampai saya jadi Gubernur, saya tidak pernah janji kepada siapa pun karena janji adalah utang dan saya tidak pernah mau janji”, ujarnya.

Gubernur juga mengungkit perolehan suara pada Pilkada Gubernur-Wagub Maluku di Kabupaten SBT pada 2018, dimana yang Ia dapatkan hanya 6% dari 8 partai politik pengusung.

Kolatlena kemudian menginterupsi untuk menanggapi pernyataan Gubernur, bahwa dirinya sebagai kader partai pengusung pemerintahan berjalan, telah bekerja buat Gubernur bahkan menjadi saksi rekapitulasi perhitungan suara di KPU SBT.

Kepada wartawan, usai rapat paripurna LKPJ 2020, Kolatlena menuturkan, sebagai wakil rakyat dari dapil SBT dan sekaligus sebagai partai pengusung, Ia menginginkan pemerintahan ini berhasil dan mengingatkan Gubernur terhadap janji-janjinya sehingga janji sekecil apapun kepada masyarakat, harus dipenuhi dan ketika sudah terlaksana tentunya masyarakat akan berterima kasih dan bersyukur.

Baca Juga  H+5, DPRD Kota Ambon dan Maluku sama-sama sepi

Terkait dengan kontribusi SBT dalam pilgub, Kolatlena mengatakan, sebagai kader partai, mereka sudah bekerja. Berapa pun kontribusinya, itulah hasilnya dan menurutnya, pada saat itu, mereka juga diperhadapkan dengan dua kekuatan besar, yakni Bupati Seram Bagian Timur, Mukti Keliobas saat itu bekerja untuk kemenangan pasangan calon Gubernur dan  Wagub,  Said Assagaff – Andre Rentanubun, sehingga perolehan suara tidak maksimal. (alena)