Perluas Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM Bentuk Saka Pom

Porostimur.com |Ambon: Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon bekerjasama dengan Pramuka Kwarda di Provinsi Maluku, Kamis (7/11/2019) menggelar Sosialisasi Rintisan Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM) Provinsi Maluku.

Acara yang digelar di Hotel The City Ambon, dibuka resmi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Maluku, Jacob Patty dan diikuti kurang lebih 30 Pembina pramuka dari 6 kwarcab di Maluku.

Kepala Kantor BPOM Ambon, Hariani menjelaskan, BPOM bekerjasama dengan Pramuka Kwarda dalam rangka keterlibatan Pramuka untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi. Ini merupakan program BPOM Pusat agar membentuk Saka POM disetiap daerah di Indonesia. Disamping itu, Kerjasama ini dalam bentuk membantu BPOM untuk mengawasi obat dan makanan.

Pada prinsipnya pembentukan SAKA ini rencananya ada 3 Krida terkait dengan SAKA POM. 3 Krida ini yaitu satu Krida pengujian makanan kimia maupun biologis secara sederhana menggunakan Paskib yang selama ini seperti jas mau moving dan siap saji, semua itu pakai pengujian sederhana.

Ada juga Krida pemantauan penandaan Obat dan Makanan dan iklan Obat dan Makanan, adik dan kakak dari pramuka ini, mereka sudah menjadi anggota SAKA POM, Mereka bisa menjadi tim penilaian terhadap label dan obat makanan yang ada dan beredar, apakah sesuai atau tidak.

Menurut Hariani, Krida Informasi Obat dan Makanan nanti mereka bisa melakukan edukasi kepada sekolah-sekolah, bisa juga adik-adik Pramuka yang bisa menjadi Junior untuk SAKA POM. Untuk menjadi anggota SAKA POM memiliki jenjang pendidikan Penegak Pramuka dan Pramuka pandega, jadi penegak itu level SMA dan anak kuliah dan dibawah umur 26 tahun.

“Nantinya akan dibentuk pengurus SAKA POM jadi ada pengurus Saka pom yang di kwarcap ada yang nanti yang dari kabupaten naik ke provinsi, nanti ada pengurusnya, pengurusnya itu nanti ada dari kwarcap dan dari balai Pom karena ada yg paling dekat,” Ungkap Hariani.

Hariani juga menambahkan, bahwa Pramuka harus tahu tentang bagaimana cara mengetahui produk obat dan makanan yang layak dan tidak layak untuk dikonsumsi, mereka kemudian bisa melakukan pengecekan setiap ingin membeli produk. Bila ditemukan kesalahan dalam produk tersebut, Pramuka bisa melaporkan langsung ke Kantor BPOM Ambon.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Maluku, Jacob Patty mengapresiasi BPOM yang telah menyelenggarakan program seperti ini, bagi Jacob kegiatan ini bertujuan memahamkan kepada masyarakat terutama yang tergabung dalam organisasi Kepramukaan untuk lebih memahami produk makanan dan minuman layak konsumsi, serta menciptakan keterampilan (life skill) dan membentuk Saka POM. (ebot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: