
Padahal, jika setiap orang mau menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dengan kesadaran nurani, maka mereka akan memahami bahwa hal yang lebih diutamakan adalah menahan diri dari perselisihan tak berkesudahan dan menegakkan sebuah persatuan yang didasarkan pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Sebagai manusia Maluku Utara dan terutama sebagai muslim, kita harus mengesampingkan berbagai perselisihan karena sesungguhnya kita adalah “bersaudara.
Muslim yang tulus wajib berterima kasih kepada Allah SWT atas nikmat persaudaraan ini serta mematuhi perintah-Nya “untuk tidak bercerai-berai”, sehingga dapat memberikan teladan yang mencerminkan sosok Islam yang sebenarnya beserta cita-citanya. Karena persatuan orang-orang yang beriman adalah karunia dan rahmat dari Allah Yang Mahakuasa.
Disamping itu, sebagai seorang muslim kita perlu menjaga kepentingan dan kehormatan saudara sesama muslim dan mempertahankannya pada waktu ketiadaannya.
Ini termasuklah kepentingan-kepentingan seperti harta, urusan kerja dan sebagainya sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari Abu Hurairah Radiallahuanhu yang bermaksud: “Orang mukmin adalah cermin orang mukmin yang lain, dan orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain dia akan mempertahankan kepentingan dan mengawalnya dari belakang.”




