Nenek moyang kita pun secara cerdas telah mewariskan indahnya persaudaraan itu di dalam untaian kalimat sastra berbentuk Dalil Moro yang kembali saya kutip sebagai penutup tulisan pendek ini. (Ino fo ma oki mayang/Ma oki mayang no toma titi ino/Giki uwa ngone bato, Fo maku gasa ira afa).
Jadi mari kita berpadu hati/Berpadu hati seperti mayang sejak dahulu/ Jikalau orang lain tidak, tentulah kita/Janganlah hidup saling bermusuhan. (*)




