Pesparani menjadi wadah kumpulan berkat

@Porostimur.com | Ambon : Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional I yang akan digelar di Kota Ambon tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2018 nanti, mengusung tema ”Membangun Persaudaraan Sejati”.

Dalam even yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini, berbagai mata lomba yang akan digelar yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Gregorian Anak-Remaja, Menyanyikan Mazmur Dewasa, Menyanyikan Mazmur Remaja, Menyanyikan Mazmur Anak, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja dan Bertutur Kitab Suci Anak.

8.000 orang terdiri dari peserta dan tim pendukung yang telah mengikuti proses seleksi pada 34 provinsi se-Indonesia, dipastikan akan hadir dalam momen Pesparani ini.

Sayangnya, jumlah ini belum termasuk di dalamnya undangan, panitia lokal, panitia pendukung, aparat keamanan, hingga pengurus LP3KN sekalipun.

Kehadiran ribuan umat Katolik se-Indonesia ini menjadi sebuah kumpulan berkat bagi keuskupan Diosis Amboina.

Pasalnya, Keuskupan Diosis Amboina karena dipercaya oleh negara dan Gereja Katolik se- Indonesia untuk menyelenggarakan Pesprani I di Maluku.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/10), hal ini dibenarkan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,M.Sc.

”Saya katakan berkat karena apa? Lewat PESPARANI ini Tuhan mengungkapkan cinta-Nya kepada Provinsi Maluku. Karena akan hadir sangat banyak umat Katolik dari seluruh Indonesia hadir. Dan kehadiran umat itu senantiasa merupakan ungkapan juga kehadiran Tuhan,” ujarnya.

Menurutnya, berkat kedua yang diterima pihaknya dari penyelenggaraan Pesparani di Kota Ambon yakni menjadi sebuah wadah menyatakan umat beragama di Maluku saling rukun satu sama lain.

Apalagi, akunya, umat Islam, Kristen Protestan, Hindu dan Budha di Maluku turut terlibat dalam kegiatan umat Katolik ini.

Selain kedua berkat itu, tegasnya, masih ada berkat ketiga yakni bersatunya umat Katolik Keuskupan Amboina yang tersebar di Maluku dan Maluku Utara, bisa bersatu menyukseskan Pesparani Nasional I ini.

Dimana, umat dan para pastor pun saling bahu-membahu untuk menyukseskan kegiatan ini.

”Jadi sebuah berkat persatuan lewat Pesparani ini. Pesparani ini cuma alat saja. Kita tidak diselamatkan oleh Pesparani. Kita diselamatkan oleh persaudaraan dan cinta kasih yang terwujud dalam Pesparani,” tegasnya.

Kehadiran ribuan peserta di Maluku itu, tambahnya, memberikan berkat lainnya bagi Maluku.

Dimana, kehadiran mereka menjadi pendapatan/income bagi hotel, restauran, perusahaan transportasi, pengelola pariwisata, toko-toko cindera mata dan lain-lain.

”Kalau sebelumnya orang khawatir datang ke Maluku maka dengan Pesparani orang tahu bahwa Maluku aman. Maluku sebagai laboratorium perdamaian dapat dicontoh oleh daerah dan negara lain,” pungkasnya. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: