PKC PMII Malut Desak Polisi Usut Pelaku Penganiaya Kaders PMII Bulukumba

oleh -10 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Aksi premanisme oleh beberapa oknum dan tindakan provokasi yang diduga dilakukan Bupati Bulukumba saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Bulukumba pada 14 Juni 2021 dikecam PMII se-Indonesia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara sangat menyayangkan insiden tersebut. Hal itu diutarakan Ketua PKC PMII Maluku Utara, Ulief Assagaf, Kamis (1/7).

“Pemukulan itu tidak dibenarkan dalam situasi dan konteks apapun untuk melakukan tindakan terhadap massa aksi demonstrasi, terlebih upaya provokasi dilakukan oleh pimpinan daerah tersebut,” ungkap Ulief.

Disitat dari tandaseru.com, Ulief berharap proses hukum atas tindakan pemukulan dan provokasi yang dilaporkan kader PMII Sulsel segera ditindaklanjuti. Ini untuk menghindari kekisruhan yang akan semakin berlanjut.

“Dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya,” kata Ulief.

Baca Juga  Keluar Dari Zone Merah, PSBB Transisi Tetap Berlaku di Ambon

Sehingga menurut orang nomor satu di PMII Maluku Utara itu, tak ada alasan untuk tidak memproses laporan yang dilayangkan oleh sahabat-sahabat PMII di Sulsel.

“Entah dia dari unsur pejabat ataupun unsur lainnya, hukum harus senantiasa ditegakkan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, demo ricuh tersebut mengakibatkan 2 kader PMII Bulukumba terluka saat demonstrasi di depan kantor Bupati. Aksi tersebut dilakukan untuk menagih kinerja 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.

(red/tsc)