PM Inggris Liz Truss: Saya Seorang Zionis dan Pendukung Israel

oleh -43 views
PM Inggris Liz Truss mengaku dirinya sebagai seorang Zionis. Foto/Fox News

Porostimur.com, London – Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, membuat pengakuan saat audiensi pendukung Israel bahwa dirinya adalah seorang Zionis dan ingin memperkuat hubungan London dengan Tel Aviv.

Berbicara di acara Conservative Friends of Israel (CFI) selama konferensi Partai Konservatif di Birmingham, Inggris, Truss menyatakan dukungannya yang tak tergoyahkan untuk Israel.

“Saya sangat senang berada di sini untuk pertama kalinya di acara CFI sebagai perdana menteri Anda,” katanya.

“Seperti yang Anda ketahui, saya adalah seorang Zionis berat, saya adalah pendukung berat Israel, dan saya tahu bahwa kita dapat meningkatkan hubungan Inggris-Israel dari kekuatan ke kekuatan,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (5/10/2022).

Bulan lalu, Truss mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Yair Lapid bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kedua perdana menteri bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada akhir September, saat berita tentang pernyataan kontroversial Truss dibahas.

Sebagian besar kedutaan berbasis di Tel Aviv, bukan Yerusalem, yang dianggap Israel sebagai ibu kotanya, karena pandangan internasional bahwa tidak ada pihak yang memiliki kedaulatan atas kota suci itu.

“Saya berterimakasih kepada teman baik saya, Perdana Menteri Inggris Liz Truss, yang mengumumkan bahwa dia secara positif mempertimbangkan untuk memindahkan Kedutaan Besar Inggris ke Yerusalem, ibu kota Israel – kami akan terus memperkuat kemitraan antar negara,” tulis Lapid di Twitter saat itu.

Sebelum menjadi perdana menteri, dalam upaya untuk memperkuat kampanyenya ketika dia mencalonkan diri sebagai perdana menteri untuk menggantikan Boris Johnson, Truss mengisyaratkan kepada Sahabat Konservatif untuk Israel bahwa dia akan meninjau pemindahan kedutaan Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dia juga bersumpah untuk “menghentikan” dewan lokal Inggris yang memperkenalkan kebijakan boikot, divestasi, dan sanksi dalam solidaritas dengan Palestina.

(red/sindonews)