PMKRI Tuding Jokowi Tak Serius Perhatikan Korban Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

oleh -358 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan pada tanggal 28 Maret 2021 merupakan tindakan yang dianggap sebagai bagian dari kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime) dan menjadi musuh terbesar bagi umat manusia.

Hal ini tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan dari tindakan kejahatan tersebut yang mana memberikan kerugian besar, bukan hanya harta benda namun kehilangan nyawa bahkan memberikan gangguan psikologi bagi korban.

Berdasarkan rekaman vidio yang unggah di media sosial oleh dua orang korban bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar atas nama Faleria Silitubun, asal kabupaten Maluku Tenggara dan Karina Dimayu asal Ternate, Maluku Utara bahwasanya pemerintah belum memperhatikan mereka secara serius karena hingga saat ini masih memerlukan pemulihan secara medis.

Baca Juga  Tingkatkan Konektivitas Antar Destinasi Wisata di Pulau Morotai, PUPR Bangunan Jembatan dan Jalan

Hal ini telah membuktikan bahwa pemerintah tidak serius dalam melakukan proses penanganan sebagaimana mestinya karena walaupun sudah adanya perhatian namun tidak sesuai dengan yang dijanjikan sehingga terkesan tidak menghargai pihak Korban dan dinilai tidak becus dan mengaggap remeh persoalan ini.

Olehnya itu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI) Cabang Ambon meminta kehadiran pemerintah pusat dalam hal Ini Presiden Joko Widodo agar segera memberikan perhatian serius kepada para korban tersebut dengan sentuhan langsung hingga kondisi mereka benar-benar pulih dan dapat beraktifitas seperti semula.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Ambon, Bertolameus Mayabubun mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah kongrit janji pemerintah terhadap korban bom bunuh diri dimaksud, sekaligus sebagai wujud kehadiran negara bagi korban, bukan sebaliknya janji tersebut hanya isapan jempol belaka.

Baca Juga  Bertepatan Dengan HUT Kodam XVI/Pattimura, TNI-Polri Salurkan Sembako

PMKRI menurut Mayabubun, juga berpandangan bahwa pemerintah terkesan diam dan tidak membantu menghilangkan rasa trauma bagi korban bom bunuh diri dimaksud, olehnya itu secara tegas PMKRI meminta sekali lagi sentuhan negara yang secara cepat dan tepat, sebagai wujud dari kepedulian negara.

“Lewat kesempatan ini juga kami meminta rekan-rekan PMKRI se Indonesia untuk menyuarakan hal tersebut sebagai wujud dukungan bagi nilai-nilai keadilan yang masih dirasa belum adil dan merata bagi segenap masyarakat Indonesia, teristimewa korban bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar,” ujar Mayabubun.

“Selain itu, kami juga berharap agar adanya uluran tangan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Maluku Utara terhadap persoalan ini karena yang menjadi koban tersebut juga merupakan bagian dari pada masyarakatnya, yang mana meraka adalah mahasiswa asal Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang mengenyam pendidikan di Makassar, Sulawesi Selatan. (nur)