Poetic Justice

oleh -72 views

Itu semua terpampang jelas saat debat Capres kemarin. Bagaimana Trump menghina Biden dalam banyak hal. Terutama soal ‘smart’ (kepintaran). Bagaimana mungkin seorang yang mengupah orang lain untuk mengerjakan tes SAT (tes untuk masuk ke universitas) mengklaim bahwa orang lain punya daya intelektual yang lebih rendah dari dirinya? Informasi bahwa Trump menyewa orang untuk mengerjakan tes SAT-nya itu datang dari adik perempuannya sendiri.

Namun yang paling penting dari debat kemarin adalah bahwa Trump mengejek Biden karena memakai selalu masker. Trump memang tidak pernah mengatakan dirinya anti-masker. Namun tingkahlakunya menunjukkan. Dia jarang memakai masker. Dia terus menerus melakukan kampanye yang dihadiri oleh pendukungnya yang tidak memakai masker dan berdesak-desakan. Demokrat mengecamnya sebagai kemunafikan. Karena Trump ada di panggung dan orang dilarang mendekat.

Baca Juga  Pupusnya NKRI Harga Mati

Yang paling penting dari semua ini adalah pengingkaran Trump terhadap virus Corona. Kepada jurnalis Bob Woodward pada bulan Februari lalu, dia memberitahu betapa seriusnya virus ini. Namun dia selalu mengabaikan betapa seriusnya ancaman virus ini. Satu saat dia bahkan menganjurkan untuk menyuntikkan pembasmi kuman atau desinfektan untuk membasmi virus ini.