Poetic Justice

oleh -71 views

Keantikan ini tentu tidak berhenti pada Trump belaka. Pengikutnya dengan setia membebek — dan bahkan membesar-besarkan — sikapnya yang meremehkan virus ini. Mereka membikin masker menjadi pernyataan politik. Pendukung Trump berarti anti-masker.

Sikap seperti ini tidak hanya bergema di Amerika. Namun juga di dunia internasional. Di Eropa, Asia, atau Latin Amerika, sikap anti-masker ini menjalar bersama dengan teori-teori konspirasi yang dibangun bersamanya. Kelompok-kelompok sayap kanan menggemakannya ke seluruh dunia.

Trump sekarang mengalami nasib sama dengan pemimpin dunia yang dari sejak awal meremehkan virus ini — seperti Jair Bolsonari dari Brasil dan Boris Johnson dari Inggris. Keduanya pernah terinfeksi dan politiknya hampir mirip dengan Trump. Boris Johnson agak menjauh dari Trump setelah masuk rumah sakit karena Corona.

Baca Juga  Formapas Malut Desak ESDM Tolak RKAB PT Adidaya Tangguh di Taliabu

Apa yang terjadi pada Trump ini adalah semacam ‘poetic justice.’ Setahu saya ini adalah istilah yang umum dipakai dalam kritik sastra. Konsepnya adalah Anda mendapatkan akibat dari apa yang Anda kotbahkan, kerjakan, atau harapkan.

Istilah lain untuk menggambarkan ini adalah ‘instant karma’ atau karma yang terjadi secara instan. Karma adalah konsep dimana kelakukan Anda semasa hidup akan berakibat pada hidup Anda sesudah bereinkarnasi. Instant karma tidak perlu menunggu hingga saat kematian. Karmanya berbuah bahkan saat dia masih hidup.