Polda Maluku himbau warga jauhi pengibaran bendera asing

oleh -110 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Animo masyarakat menikmati semaraknya penyelenggaraan pesta sepak bola berskala internasional Piala Dunia (World Cup) 2018, bakalan terganjal aturan pemerintah.

Dukungan masyarakat kepada salah satu negara yang diidolakan menjadi kampiun dalam ajang 4 tahunan itu, kerap ditunjukkan dengan cara pengibaran negara dimaksud.

Tak jarang, ada warga yang memajang dan mengibarkan bendera asing dengan ukuran wah tepat di areal yang sering dilintasi ataupun menjadi ruang public/umum.

Justru tindakan inilah yang bakalan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing.

Mengantisipasi pelanggaran masyarakarat terhadap aturan dimaksud, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku pun mengeluarkan himbauan resminya.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Polsisi (Kombespol) Moh Roem Ohoirat yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/6), membenarkannya.

Baca Juga  UNJ dan Pemkot Tidore Usulkan Sultan Zainal Abidin Syah Sebagai Pahlawan Nasional

Menurutnya, sesuai Pasal 1 ayat 4 PP no 41 tahun 1958 itu menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan menggunakan bendera kebangsaan asing ialah mengibarkan, memasang dan membawa bendera itu di muka umum.

Sementara dalam Pasal 1 ayat 2, akunya, menegaskan bahwa warga negara Indonesia dapat menggunakan bendera kebangsaan asing dalam hal dan di tempat tersebut  terdapat kunjungan kepala negara, wakil kepala negara atau perdana menteri negara tersebut dan atas anjuran atau ijin kepala daerah.

Selain itu, jelasnya, di dalam Pasal 1 ayat 3, jelasnya, juga menerangkan bahwa bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin Kepala Daerah.

Dimana, jika menurut pendapatnya pada kesempatan-kesempatan itu bendera kebangsaan asing layak digunakan, seperti pada pertemuan-pertemuan internasional.

Baca Juga  Pantau Perkembangan Kampung KB, Kepala BKKBN Malut Kunjungi Morotai

Sehngga, penggunaan bendera kebangsaan asing itu dilakukan pada tempat-tempat di mana diadakan kesempatan-kesempatan dimaksud.

Sementara di dalam Pasal 8 PP No 41 tahun 1958 itu, terangnya, juga disebutkan tentang ancaman hukuman bagi yang melanggarnya, yakni barang siapa melanggar ketentuan tersebut, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 bulan.

Karena itu, tegasnya, Polda Maluku menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pengibaran bendera kebangsaan asing sebagai bentuk dukungan/fans pada negara peserta piala dunia, merupakan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas.

Lebih jauh, terangnya, Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengibarkan bendera kebangsaan lain yang tidak sesuai dengan ketentuan aturan dimaksud.

Dan bagi warga yang sudah terlanjur mengibarkan bendera asing, dihimbau untuk segera menurunkannya. (keket)