Politik Luar Negeri Bingung

oleh -1,245 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Indonesia tidak mengirimkan ungkapan duka cita ke Iran atas wafatnya pemimpin spiritual negeri itu, Ayatollah Ali Khameini. Banyak orang mempertanyakan. Yang sopan mengatakan, mungkin lalai atau lupa. Yang berterus terang menuduh, ini kesengajaan karena sikap politik luar negeri Indonesia di bawah Prabowo yang pro Amerika dan Israel.

Namun Prabowo dan pemerintahannya tidak tinggal diam. Malah kelihatan melakukan offensive seperti cacing kepanasan. Kemarin malam, Prabowo mengumpulkan mantan presiden dan ketua-ketua partai. Selama empat jam dia membahas siatuasi perang di Teluk serta kemungkinan akibatnya untuk Indonesia.

Baca Juga  Rakor TEKAD Halbar: Produksi Beras Taboso Capai 4,5 Ton

Kita tidak tahu apa urgensi pertemuan itu kecuali bahwa ia mau memperlihatkan persatuan di kalangan para elit yang saat ini memerintah Indonesia. The war is on, so what’s next? Perang udah meletus, lalu ngapain?

Kemudian ada berita bahwa Prabowo sibuk menelpon para pemimpin negara-negara Teluk. Ini juga tidak jelas tujuannya. Kabarnya, telpon ke penguasa Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) belum dibalas karena “menunggu waktu MBS.”

No More Posts Available.

No more pages to load.