Politik “Transaksional”, Berapa Harga Satu Kursi?

oleh -471 views

Biasanya kategori ini diisi dari orang-orang kelas ekonomi menengah ke atas atau orang-orang dengan wawasan luas, pikiran terbuka, pendidikan tinggi, seperti mahasiswa, akademisi dan yang lainnya.

Keempat, pemilih pragmatis; adalah pemilih yang memilih demi keuntungan pribadi dan menjadikan pemilu sebagai ajang untuk melakukan transaksi politik bukan sebagai kontes kompetensi.

Bahaya Pragmatisme

Kenyataan bahwa sebagian pemilih melakukan transaksi politik tidak hanya jual beli suara antara kontestan dengan pemilih tapi juga terjadi antar kontestan dengan antar parpol adalah pertanda buruk bagi demokrasi kita, karena membentuk watak individu-individu yang lebih fokus pada kepentingan pribadi dan kurang responsif terhadap berbagai permasalahan yang lebih luas, ini bisa menjadi bencana.

Kompensasi dari transaksi politik adalah suara yang dijual-belikan secara langsung sudah menjadi hak aktor politik. Termasuk hak bersuara, hak mengkritik, hak menagih janji, terpasung dengan akad transaksi jual-beli suara.

Baca Juga  Longsor Terjang BTN Gadihu Ambon, Saadiah Uluputty Minta Penataan Lingkungan Diperkuat

Belum optimalnya penegakan hukum dan sistem demokrasi yang dijalankan menimbulkan resiko salah memilih pemimpin. Pemimpin yang dihasilkan melalui politik pragmatisme akan menghasilkan pemimpin yang liberal dan pemimpin yang dihasilkan melalui politik ideologi akan melahirkan pemimpin yang memiliki ideologi.

No More Posts Available.

No more pages to load.