Polres Buru Serius Garap Penambang Liar di Gunung Botak

oleh -32 views
Link Banner

@porostimur.com | Namlea: Kepolisian Resort Buru menunjukkan upaya serius terhadap para pelaku Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang belakangan kembali marak di kawasan Gununh Botak.

Upaya Polres Buru ini, guna menangkap dan mengadili oknum yang berani nekat beraktifitas di lokasi tambang sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati, kepada wartawan usai memimpin operasi penertiban dan pembersihan di Gunung Botak, Selasa siang (27/7) mengakui masih adanya aktifitas pertambangan secara sembunyi-sembunyi di Gunung Botak.

“ia. Tentunya aktifitas PETI oleh sejumlah oknum secara sembunyi-sembunyi tidak di pungkiri memang masih ada. Namun jumlahnya sudah sangat jauh berkurang dibanding beberapa waktu lalu,”jelas Ricky.

Link Banner

Hal ini juga dibuktikan langsung oleh sejumlah wartawan saat melakukan pantuan di lokasi tambang. Di beberapa titik lokasi Gununh Botak, masih ditemui jejak aktifitas penambangan di Gunung Botak.

Baca Juga  Diciduk BNN, Ahmad Yani Akan Dicopot Dari Jabatannya

Jurnalis porostimur.com menyaksikan sendiri, setidaknya ada dua lokasi yang di jadikan titik pengambilan material oleh para penambang liar, yakni di area Batu Kapur dan Alur Janda.

Saat tim melakukan pembersihan di kedua lokasi ini, dua oknum yang disebut terlibat PETI sistem tembak larut dan sistem karpet yang di kalangan penambang dikenal sebagai Nurlatu dan Dhino tidak terlihat di lokasi.

Selain itu, karyawan dan peralatan pengolahan yang digunakan juga sudah mereka singkirkan sebelumnya. hanya ada sisa puluhan karpet yang terhampar di atas papan dan tidak sempat diangkat. Diduga operasi bocor sehingga para pelaku sudah lebih dahulu menyingkir.

Kapolres Ricky Purnama Kertapati yang didampingi Wakapolres, Kompol. Backhrye Hehanussa dan Raja Petuanan Kayeli, Fandi Wael menegaskan, penertiban di Gunung Botak sudah dilakukan berulang kali, namun para penambang masih saja bandel dan main kucing-kucingan dengan petugas.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Kemendag pantau harga di Ambon

“Kita tetap lakukan secara kontinyu dan berkelanjutan. Bukan hanya penertiban, tapi ada upaya penegakan hukum seperti adanya penangkapan terhadap pelaku PETI. Beberapa hari lalu juga kita sudah menangkap tiga pelaku pengolahan emas di tromol”, jelas Ricky.

Menurutnya, ketiga pelaku ditangkap saat sedang mengolah hasil material yang diambil dari lokasi PETI tak jauh dari lokasi tambang.

Ditambahkan Ricky bahwa tiga oknum yang ditangkap, akan dikenakan UU Pertambangan, termasuk di dalamnya pelanggaran penggunaan merkuri. Ketiganya diancam hukuman di atas empat tahun penjara.

Ricky mengatakan. sejak november tahun lalu, pelaku PETI yang ditangkap hingga kini jumlahnya sudah mencapai 20-an orang lebih.

Kepolisian Resort Buru dibantu TNI dan Satpol- PP melakukan pembersihan dan pemeriksaan lokasi tambang selama kurang lebih dua hari.

Baca Juga  AC Milan Raih Kemenangan, Hakan Calhanoglu Singgung Chemistry dengan Zlatan Ibrahimovic

“Tentunya dengan harapan penataan terhadap Gunung Botak ini dapat dilakukan dengan baik dan benar. Maupun secepatnya ada regulasi dari pemerintah soal penanganan Gunung Botak,” tambahnya.

Ricky menegaskan, pengamanan di Gunung Botak tidak ada batas waktu. dan pihaknya akan terus melakukan sterilisasi wilayah dari PETI.

“Selama belum turun regulasi dari pemerintah, maka tidak boleh ada aktifitas pertambangan di wilayah tambang Gunung Botak”, pungkasnya.(ima)