Prabowo

oleh -103 views

Elektorat berhasil diyakinkan. Dan, sekarang pun orang yakin bahwa dia “tidak punya beban.” Kecuali bahwa beban itu bisa ditafsirkan lain. Misalnya, tidak terbebani pada janjinya kepada para elektoratnya.

Prabowo pun sekarang berada dalam posisi yang sama. Dan, dia melakukan hal yang lebih benderang. Dia pergi ke tukang sulap untuk membuat citra yang baru.

Pada 2014, Prabowo tampil sangat populis. Saya ingat dia ingin memajukan pertanian (dia Ketua HKTI waktu itu). Dia ingin semua anak Indonesia minum susu.

Melihat lawannya yang dari rakyat kebanyakan, dia berusaha tampil agung — dengan kuda impornya yang gagah (dia sangat terobsesi dengan kuda; dan bahkan bikin patung Sukarno berkuda tanpa peduli bahwa Sukarno tidak pernah naik kuda).

Pada Pilpres kedua, dia menjadi sangat nasionalistik. Dia anti asing khususnya terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Baca Juga  Israel Luncurkan Sistem Pendaftaran Tanah di Tepi Barat, Jurus Baru Aneksasi Wilayah Palestina

Akhirnya, kita tahu bahwa dia kalah.

Namun karir politiknya tidak tamat. Lawannya malah mengangkatnya menjadi Menteri Pertahanan, sebuah posisi yang sangat strategis.

Hingga tahap ini, kita belum tahu bagaimana Prabowo akan meng-casting dirinya untuk Pemilu 2024. Namun dengan prestasinya tiga kali kalah Pilpres, tidak diragukan bahwa dia adalah kandidat yang paling punya nama diantara semua kandidat presiden yang ada.