Sementara itu, Erdogan memiliki hubungan yang dekat dengan mantan pemimpin Ikhawanul Muslimin itu.
Namun, relasi Turki dan Mesir memburuk terutama setelah Mursi digulingkan oleh Abdel Fattah al-Sisi pada 2013. Kala itu, Erdogan mengecam keras kudeta yang dilakukan oleh Sisi.
Erdogan juga menyalahkan “tirani” Mesir atas kematian Mursi kemarin.
“Sejarah tidak akan melupakan tirani yang menyebabkan kematiannya dengan memenjarakannya dan mengancamnya dengan eksekusi,” ujar Erdogan.
Erdogan juga menyebut kematian Mursi sebagai “simbol persekusi yang menargetkan Mursi dan pendukungnya. Ia pun menganggap Mursi sebagai martir.
“Di mata kami, Mursi adalah martir yang kehilangan nyawanya demi hal yang ia yakini,” ucap Erdogan.
Selain Erdogan, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga meminta kematian Mursi diselidiki secara independen.
Hal itu disebabkan banyak dugaan mencuat bahwa Mursi diperlakukan secara tidak layak selama dipenjara.
“Setiap kematian mendadak saat dalam tahanan harus diikuti dengan investigasi secara cepat, menyeluruh, imparsial, dan transparan oleh lembaga independen yang bisa memastikan penyebab kematian,” kata juru bicara Komisioner HAM PBB, Rupert Colville.




