“Pertandingan ini tergantung Dewi Fortuna. Untungnya Tuhan berpihak par katong,” ujar Tuapetel dengan dialek khas Ambon.
Tuapetel juga mengungkapkan bahwa perubahan formasi di babak kedua untuk memperkuat lini depan terbukti efektif.
“Beta rombak formasi di babak kedua, dan itu membuahkan hasil,” tambahnya.
Siap Tempur ke Nasional
Dengan kemenangan ini, PSA Ambon resmi menjadi wakil Provinsi Maluku di Kompetisi Piala Soeratin U-17 Nasional, yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Manajer PSA Johan Lewerissa, menyatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari proses panjang dan latihan intensif selama empat bulan terakhir.
“Performa anak-anak dari penyisihan sampai final terus meningkat. Ini bukan hasil instan,” ujar Lewerissa yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku itu.
Pesan untuk Pemerintah Daerah
Lewerissa menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam pembinaan sepak bola usia muda di Maluku.“
Kalau semua diserahkan ke klub secara manajemen, itu berat. Harus ada sinergi dan keterlibatan aktif dari pemerintah untuk membangun sepakbola Maluku,” pintanya.
PSA berencana memperkuat skuad dengan merekrut beberapa pemain tambahan untuk menghadapi level persaingan yang lebih tinggi di pentas nasional.
Dengan semangat juang, kekompakan tim, dan strategi yang matang, PSA Ambon membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola usia muda di Maluku. Kini, mereka siap membawa nama Maluku ke panggung nasional. (red)






