Makna Puasa Sebagai Perisai dalam Islam
Perisai bagi prajurit tempur berguna untuk melindungi diri dari tebasan dan tusukan langsung dari lawan. Dengan adanya perisai, musuh akan kesulitan untuk menyerang dan menggapai tubuh kita.
Puasa merupakan perisai yang menjaga pemiliknya dari syahwat yang akan melukainya. Dengan niat puasa yang sungguh-sungguh, seorang muslim akan dapat menahan segala syahwat, hawa nafsu, serta perbuatan-perbuatan yang tercela.
Begitu pula dengan puasa hakiki. Ketika seseorang telah menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan buruk, maka itu sama halnya dengan membuat perisai diri. Perisai ini akan memperkuat diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Seberapa besar dan kuatnya perisai yang kita miliki dalam menjalankan puasa akan bergantung dengan kemampuan dan keseriusan diri kita dalam memperisai diri sendiri. Maka dari itu, dalam menjalankan puasa kita harus berniat dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh karena Allah SWT.
Puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya. Proses ini melatih seorang muslim untuk mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu, yang meliputi hasrat, keinginan, dan emosi yang tidak terkendali. Dengan demikian, puasa membantu seseorang untuk mengontrol diri dan tidak mudah terpengaruh oleh nafsu yang bisa membawa pada perbuatan negatif.









