Aktivis tersebut mengatakan mereka mundur dari tentara, yang telah menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Kemudian dua peluru tajam ditembakkan ke arah kelompok tersebut, menurut aktivis tersebut, salah satunya mengenai kepala Ezgi Eygi.
“Ketika dia ditembak, dia berdiri di sana tanpa melakukan apa pun bersama seorang wanita lain, itu adalah tembakan yang disengaja karena mereka menembak dari jarak yang sangat, sangat, sangat jauh,” ujar aktivis tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Itu adalah tembakan yang disengaja di kepala,” papar dia.
Tanggapan Departemen Luar Negeri yang suam-suam kuku itu menuai kemarahan warga Amerika Palestina, yang menuduh pemerintahan Biden memperlakukan kematian warga Amerika-Israel dengan perhatian yang lebih tinggi daripada warga Amerika yang dibunuh oleh Israel.
“Hei, bagaimana mereka bisa mati, Matt? Apakah itu sihir? Siapa atau apa yang membunuh Aysenur?” tanya anggota Kongres Palestina-Amerika Rashida Tlaib di X, sebagai tanggapan atas komentar tentang pembunuhan tersebut dari juru bicara Departemen Luar Negeri Matt Miller.
Analis politik Palestina-Amerika Omar Baddar mengatakan pembunuhan Israel kemungkinan besar akan ditanggapi dengan sedikit konsekuensi oleh AS.









