Puisi-Puisi: Chalvin Papilaya

oleh -108 views
Link Banner

ADA MUSIM REMPAH

ada musim tiba

ada bunga rimbun

ada aroma tabuka merah

Link Banner

ada gagang mewarna

ada duri sagu bajantong

ada harum bertebaran

ada rempah gugur

ada panen tiba

Ambon, 16 Maret 2014

DOA SEMESTA ALAM

kepada pencipta

ya ampunilah

aku tuhan semesta alam

kepala jantung mu

mata ku bulan purnama

ya ampunilah

aku tuhan semasta alam

kepada pencipta

manusia yang esa

bukan lupa

aku luka

kepala bersimbah darah

mata bulan

bulan gelap

ya ampunilah

Ambon, 22 Juni 2013

PELE-PELE

pele-pele harus buang-buang

pele-pele harus sumbur-sumbur

pele-pele harus panggel-panggel

pele-pele harus bakata-kata

pele-pele harus tiop-tiop

pele-pele harus somba-somba

Ambon, 13 Maret 2014

KESADARAN

Baca Juga  Nyawa penambang emas dirennggut OTK

aku tuliskan tunas yang pertama

kala merekah mawar, kala aku merah

Ambon, 16 Maret 2014

======

CHALVIN PAPILAYA Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) ini memiliki hobi membaca buku-buku filsafat dan sosiologi. Pria jangkung kelahiran Ambon, 23 Januari 1992 ini aktif di dunia teater sebagai anggota Bengkel Sastra Batu Karang. Puisi-puisinya sangat kental dengan semangat budaya Maluku. Ia sering tampil di pentas sastra Malam Kapata yang dimotori Bengkel Sastra Maluku dengan membacakan puisi-puisi yang ditulisnya sendiri.