oleh

Puisi-Puisi Muhammad Indra Faudu

Link Banner

Surat kepada eta

Saat meti menyapa ombak di tepi tak pernah matiKarang dan bia-bia menariIkan-ikan kecil pun bernyanyi
Dengan Kail kecil umpan kumangKita memancing di celah batu karang
Kita tertawa riangKetika kau cigi bukanlah ikantetapi katang hitam
Bukankah meti adalah taman kehidupanbagi kita anak-anak sampan?
Lalu kenapa mereka mengubur segala kehidupan?
Ingat dan ingatlah etaSewaktu mereka belum menimbun taman kehidupan menjadi tanah merah yang keringdisitu hela nafas kita membatutak bisa di gerus pembangunan rupa hantu

anak-anak mu akan tersipu malu menyuri pantai sambil membawa kapalewaanak mu tak akan bersama temannya mencari kutu sambil menyisir rambut disitu
sebab orang kota akan tertawamelihat tingkah anak mu eta

Link Banner

morabihiva, februari 2019

========

Kapal Perang Untuk Papua

-untuk duha-

imaji beta melautMenuju kelopak matamu yang sesak arus air matadari duka dan darah yang tak pernah surut
Seringkali imaji beta melautberlayar dengan kapal muatan penuh Senjata dan puisi kemerdekaan

Morabihiva, Yogyakarta 2019

==========

Seng Apa-Apa -Untuk Sombanusa

seng apa-apauntuk sekian kalinyayang kalah buang mukasambil menepuk dada
namun enyahlah seng ap-apaketika ina di perkosa
luka ina:yang manis di muka hanya gula-gula!


Morabihiva, jogjakarta 2019.

=========

Eme Jou Dere I -Surat untuk Kharudin Sangadji

di  kepala burung cendrawasih kau tanam gelisah mu
tanah mu memang becek seperti nasip orang kokoda di dada mu
tapi lihatlah topeni yang kuat, anah panahnya membelah langit eme?
jangan kau merasa sepi sendiri eme..

”ko deng samua yang ada di kepala burung cendrawasih tra kosong eme”
jauh sebelum merah putih yang menancap dada burung itu
pace dan mace sudah bangun peradaban yang adil
tapi jangan kau lengah eme
jangan.. jangan.. orang datang bawa senyum jangan kau anggap remeh
sekarang beras dong kasih makan sekarang atau lusa mungkin tempe

lihatlah di dapur, mace baku gara sambil iris kani
di hutan pace pangkur sagu walaupun sunyi

perkara kalah
kunya jadi merah pinang!
lihatlah di langit warmon
awan-awan biru sepetinya cendrawasih di berkati untuk menang

eme jou dere
jo…
bergegaslah dan jangan ragu
eme jou dere..
pasang langkah liat arah
dan jangan ragu
sebab kau di besarkan  sagu
yang tak mudah kabubu

yogyakarta,10/11/2017

=======

Jadi Sula

dayunglah sampan kedalam jiwa mu agar kau tau hasa arus kehidupan

Menjadi sula bukankah kita harus menyala seperti api di para-para
dan mekar rupa manuru?
ataukah duduk di dego-dego dan cerita betapa manisnya rupiah?

aku hendak mengajak kau melihat
Istana daerah yang hilang adat

mari kita pahat jatuh acuh dan dendam jadi tombak
yang kita bidik di  mata amarah masa lalu

Sebab Menjadi sula
Akan sulit rasanya jika tak kembali ke rahimnya

Dan menjadi sula adalah nyali orang-orang babua di tengah pesta tenti namun ia sunyi bersama hentakan li do pafau bal i bau

13 Juli 2017

=====


Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *